Pemberantasan

Pencegahan & Pemberdayaan Masyarakat

Terkini


Selasa, 4 Agustus 2020

Kepala BNN Kota Baubau beserta jajaran ikuti RAPIM BNN, Ka BNN RI : Hidup 100 persen bukan icon melainkan Visi BNN

https:baubaukota.bnn.go.id - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Drs. Heru Winarko SH kembali menegaskan tema “Hidup 100 persen” bukanlah hanya menjadi icon pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2020 yang dilaksanakan beberapa waktu yang lalu “melainkan telah menjadi visi dari BNN untuk hidup 100 persen sadar, sehat, produkti, dan bahagia tanpa narkoba” ungkap Jendral Polisi bintang tiga ini.Hal ini diungkapkan oleh Heru Winarko saat memberikan arahan pada pelaksanaan Rapat Pimpinan (Rapim) BNN yang di ikuti oleh seluruh jajaran pimpinan baik di tingkat Pusat, Provinsi hingga Kabupaten/Kota.kegiatan yang turut di ikuti oleh Kepala BNN Kota Baubau Alamsyah S.Sos.,M.Si, Kasubbag Umum Ibrahim SH.,MH, Kasi P2M La Ode Ali Husain SKM dan Kasi Rehabilitasi Juriadin SKM ini dilaksanakan secara virtual melalui telekonfrens pada senin (3/8). Alamsyah menjelaskan bahwa pelaksanaan Rapim adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh BNN dalam rangka mengevaluasi kinerja serta sebagai sarana menajamkan visi dan misi BNN dalam melaksanakan tugas sesuai amanah undang undang nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.Selain dihadiri lansung oleh Kepala BNN RI, Rapim ini juga di ikuti oleh Sestama BNN Irjen Pol Drs. Dunan Ismail Isja, M.M, Irtama BNN Irjen Pol Drs. Eko Daniyanto, MM, Deputi Pemberantasan Irjen Pol Drs Arman Depari, Deputi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Irjen Pol Anjan Pramuka Putra SH., M.Hum, Deputi Hukum dan Kerja sama Drs. Puji Sarwono, Deputi Rehabilitasi Dra. Yunis Farida Oktoris Triana, M.Si dan ketua Satgas Covid 19 BNN.Sementara itu Deputi Pemberantasan BNN Drs. Arman Depari mengharapkan agar di setiap satker agar membangun kerjasama dan selalu mengadakan komunikasi dengan Kepolisian dalam melaksanakan penyelidikan dan agar tidak berorientasi pada tangkapan besar “Orientasi tidak perlu kepada tangkapan besar, cukup dalam penanganan bagi pengguna atau pecandu maupun tangkapan sedikit sangat di apresiasi dalam hal tersebut” jelas Arman Depari.(Hrs)


Selasa, 28 Juli 2020

MoU BNN dan Bawaslu : Proteksi Calon anggota Legislatif dan Kepala Daerah terlibat Narkoba

BNN Kota Baubau melalui Kasubbag Umum Ibrahim SH.,MH dan Kasi Rehabilitasi Juriadin SKM mengikuti jalannya penanda tanganan Momerandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman antara Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang berlangsung dari ruang Pattimura Gedung Tan Satrisna Lantai 1 BNN pada Selasa (28/07).Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual melalui telekonfrens ini di hadiri lansung oleh Kepala BNN RI Komjen Pol Drs. Heru Winarko, SH , Ketua Bawaslu Abhan, SH.,MH serta di ikuti oleh seluruh satker BNN Provinsi, BNN Kabupaten/Kota  dan perwakilan Bawaslu di seluruh Indonesia.  Upaya membangun kesepahaman antara BNN dan Bawaslu ini merupakan langkah konkrit kedua institusi untuk mendunkung upaya pemerintah dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika (P4GN) melalui pengimplementasian Inpres No 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional (RAN) P4GN.Kepala BNN RI Komjen Pol Drs. Heru Winarko SH pada kesempatan ini mengajak seluruh jajaran Bawaslu untuk mendukung pelaksanaan Nota Kesepahaman ini dengan mendorong implementasi nya secara internal agar seluruh pegawai Bawaslu bersih dari Narkoba dan berintegritas “Karena bagian pengawas itu yang penting berintegritas, Jangan sampai dipegang kakinya. Kalau pengawas sudah dipegang kakinya dia tidak bisa ngapa-ngapain" ungkap Heru Winarko.Menurut  Jendral Polisi bintang tiga ini, dengan adanya pengawas yang bebas dari Narkoba, maka kerja-kerja pengawasan pemilihan untuk menghasilkan pemimpin yang berkualitas bisa tercapai. “supaya dalam mengawasi Pilkada ini benar-benar menghasilkan pemimpin daerah yang berkualitas dan untuk memajukan wilayahnya. Yang pasti yang tidak terlibat Narkoba," jelas Heru WinarkoSementara itu Ketua Bawaslu Abhan, SH.,MH menuturkan kesadaran untuk mencegah dan memberantas penyalahgunaan serta peredaran narkotika merupakan tanggung jawab bersama baik Bawaslu, BNN, dan seluruh lembaga. Terutama dalam menciptakan pengawas pemilihan yang bersih dan bebas narkoba. "Jadi, sama-sama mencegah, jika Bawaslu mencegah pelanggaran pemilu, BNN mencegah penyalahgunaan narkotika. Ketika dua kata pencegahan ini menyatu, maka kita memiliki jawaban tentang bagaimana kita memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa setiap pengawas pemilihan adalah pribadi-pribadi berintegritas, sehat, dan jauh dari narkotika," ujar Abhan.Kasubbag Umum BNN Kota Baubau Ibrahim SH.,MH menjelaskan dari pelaksanaan vidcon ini ada beberapa poin penting yang di hasilkan yaitu Kepala BNN RI Heru Winarko Berharap dapat memproteksi agar tidak ada lagi anggota legislatif dan kepala daerah terlibat Narkoba Apalagi dana Kampanye Berasal dari para Bandar Narkoba; Para Calon Legislatif Harus Mengerti Apa itu Narkoba dan Apa Itu P4GN; Ketua Bawaslu RI Abhan,S.H.,M.H Berharap Dengan Di Tandatanganinya Nota Kesepahaman ini Akan menjalin Kerjasama Yang Lebih Baik Antara BNN dan BAWASLU; Jika Ada Anggota Legislatif Atau Kepala Daerah Yang Terlibat Narkoba Harap BNN Bekerjasama Untuk Segera Memberikan Informasi Kepada BAWASLU ; BAWASLU Akan Melakukan Pengetesan Narkoba Kepada Seluaruh Pegawainya Dan memastikan Ketidak Terlibatan Pegawai BAWASLU dengan Kejahatan Narkoba.(Hrs)


Senin, 27 Juli 2020

Tindak lanjuti Inpres No. 2 Tahun 2020, BNN dorong Pemda lahirkan Perda P4GN

https://baubaukota.bnn.go.id - Badan Narkotika Nasional (BNN) mendorong Pemerintah Daerah untuk melahirkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pencegahan dan Pemberantasan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dan Prekursor Narkotika.Hal ini diungkapkan BNN RI saat menggelar Sosialisasi Virtual Sistem Monitoring dan Evaluasi Inpres Nomor 2 Tahun 2020 pada senin (27/07) melalui telekonfrens yang diikuti oleh pejabat BNN di tingkat Propinsi dan Kabupaten/ Kota di seluruh Indonesia. Kegiatan yang dilaksanakan dengan membagi empat zona ini menghadirkan tiga pembicara yaitu Kepala Biro Perencanaan BNN, Mardiharto Tjokrowasito, SH.,LLM., dengan materi “Penyusunan PK RAN Tingkat Pemerintah Daerah”, Kasubbag Evalap Jaknastra, dengan materi “Mode User Sismonev Inpres Nomor 2 Tahun 2020”, dan Kasubbag Evalap Renproggar, Bentonius Silitonga, S.E.,M.M.,M.Si, membawakan paparan tentang “Logical Framework F7K Sismonev Inpres Nomor 2 Tahun 2020”.Kasubbag Umum BNN Kota Baubau Ibrahim SH.,MH kepada humas menjelaskan Kegiatan ini  bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam mekanisme pelaporan RAN P4GN, baik itu di tingkat Kementerian/Lembaga maupun instansi Pemerintah Daerah dengan dikoordinasi dan difasilitasi oleh BNN Provinsi dan BNN Kabupaten/Kota “sesuai dengan tingkatannya masing masing” jelas Ibrahim.Kegiatan yang juga diikuti oleh staff Seksi P2M BNN Kota Baubau ini juga memaparkan tentang perbandingan Inpres Nomor 6 Tahun 2018 dengan Inpres Nomor 2 Tahun 2020. Pada generik RAN P4GN 2020-2024 mengatur tentang Penyediaan dan penyebaran Informasi tentang pencegahan bahaya narkotika dan prekurson narkotika keapda pejabat negara, ASN, TNI, Polri dan masyarakat; Pembentukan Regulasi tentang P4GN di lingkup K/L/D; Tes urin kepada seluruh ASN di lingkungan K/L/D; Tes urin kepada taruna/taruni Pendidikan kedinasan; Pembentukan Satgas/relawan anti narkotika dan prekursor narkotika; Pengembangan topik anti narkotika dan prekursor narkotika ke dalam salah satu materi pada seluruh Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Pegawai ASN & Pendidikan Kedinasan.Selain itu Kepala Biro Perencanaan Mardiharto Tjokrowasito, SH.,LLM, dalam paparannya menghimbau kepada satuan kerja lingkup BNNP dan BNNK untuk membangun koordinasi dengan para Kepala Daerah untuk mendorong lahirnya Perda P4GN di wilayah masing-masing.Sementara itu Kepala BNN Kota Baubau Alamsyah S.Sos.,M.Si menjelaskan akan segera menindak lanjuti arahan BNN RI terkait Inplementasi Inpres No 2 Tahun 2020 dengan membangun Koordinasi untuk mendukung pelaksanaan pemantauan dan evaluasi Rencana Aksi Nasional (RAN) Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN) Tahun 2020-2024 pada Pemerintah Daerah di lima wilayah kerja BNN Kota Baubau “kita akan persiapkan langkah konkrit secepat mungkin dengan membangun koordinasi dengan Pemda di wilayah kerja BNN Kota Baubau” jelas Alamsyah.Dari hasil pelaksanaan kegiatan ini diketahui timeline pelaporan sismonev Inpres Nomor 2 Tahun 2020 selama Program 2020-2024 akan dilaksanakan 2 (dua) kali dalam setahun yakni pada B06 dan B12. (Hrs) #hidup100persen#SadarSehatProduktif Bahagia#CegahCovid19#HumasBNNKotaBaubau


Kamis, 16 Juli 2020

BNN Kota Baubau Sosialisasikan Inpres No. 2 tahun 2020 dan periksa anggota Kodim 1413 Buton

https://baubaukota.bnn.go.id - BNN Kota Baubau kembali turun ke lapangan memberikan informasi mengenai Bahaya Narkoba bagi 50 orang anggota TNI yang bertugas di bawah naungan Kodim 1413/Buton pada Selasa (14/07). Pelaksanaan kegiatan sosialisasi yang bertempat di Kantor Kodim 1413/Buton ini dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, guna mengantisipasi penularan covid 19.Kegiatan sosialisasi yang mengangkat tema Bersama TNI Bersatu Melawan Narkoba dipimpin oleh Kasi P2M BNN Kota Baubau La Ode Ali Husain SKM, Penyuluh Narkoba Wa Ode Yulyati S.Sos, staff seksi P2M La Ode Amsal AMKL dan Rikawati Hutahaean S.I.Kom.Dalam pemaparannya Wa Ode Yulyati, S.Sos membahas Inpres No. 2 tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN dengan harapan agar peserta dapat melakukan sosialisasi bahaya Narkoba di wilayah kerja masing-masing berbekal ilmu yang telah didapat dari BNN. ”Babinsa merupakan sosok yang dekat dan didengar oleh masyarakat, jadi dapat dengan mudah melakukan sosialisasi sebagai Perwujudan Rencana Aksi Nasional P4GN, seperti yang diamanatkan Inpres No. 2 tahun 2020” jelas yuli.Menurut yuli, tema Bersama TNI Bersatu Melawan Narkoba dipilih agar peserta yang mayoritas adalah Babinsa, dapat bahu membahu bersama BNN dalam upaya menurunkan angka prevalensi penyalahgunaan Narkoba di Kota Baubau dan beberapa wilayah di Kepulauan Buton tempat mereka bertugas.Sementara itu Kasi P2M La Ode Ali Husain SKM menjelaskan bahwa selain melakukan sosialisasi, BNN Kota Baubau juga melakukan pemeriksaan urin bagi seluruh peserta yang terdiri dari anggota Kodim 1413 Buton dan para Babinsa. “hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa mereka tidak terlibat dalam kasus penyalahgunaan Narkoba” ungkap Ali Husain.Dari hasil pemeriksaan urin seluruh peserta, semuanya dinyatakan negatif kasus penyalahgunaan Narkotika dan Psikotropika. (WY)


Rabu, 15 Juli 2020

BNN Kota Baubau latih 20 orang Penggiat Anti Narkoba

https://baubaukota.bnn.go.id – Dua puluh orang penggiat anti Narkoba mendapatkan pelatihan Pencegahan dan pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di lingkungan masyarakat pada rabu (15/7).Kegiatan yang bertempat di Hotel Hing Amimah Kota Baubau ini di hadiri lansung oleh Kepala BNN Kota Baubau Alamsyah S.Sos.,M.Si bersama Kabag Kesra Pemerintah Kota Baubau La Ode Muhammad Arsal S.Sos.,M.Si yang lansung membuka kegiatan Workshop dengan tema Pengembangan Kapasitas Pencegahan dan pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di lingkungan masyarakat.Dalam sambutannya Kepala BNN Kota Baubau Alamsyah S.Sos.,M.si menjelaskan peran penting penggiat Anti Narkoba dilingkungan masyarakat guna mendukung upaya pemerintah dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba  “tujuan pelaksaan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman begitu besarnya peran masyarakat sebagai penggiat anti narkoba untuk lebih menjaga daerah kita supaya lebih aman, tidak terkontaminasi pengaruh dari luar terutama penyalahgunaan Narkotika dan obat obatan terlarang” jelas Alamsyah.Lebih jauh Alamsyah menjelaskan bahwa BNN tidak dapat bekerja secara maksimal tanpa adanya bantuan dari komponen masyarakat dan Pemerintah Kota Baubau dalam upaya mencegah dan memberantas peyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.Sementara itu Kabag Kesra Pemerintah Kota Baubau La Ode Muhammad Arsal, S.Sos.,M.Si dalam sambutannya yang sekaligus membuka kegiatan workshop ini menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Baubau melalui Wali Kota, Wakil Walikota dan Sekda Kota Baubau telah melakukan berbagai upaya guna mendukung upaya pemerintah dalam mengatasi masalah narkoba  di Kota Baubau “ salah satu nya dengan membentuk Kelurahan Bersinar di lima wilayah kelurahan di Kota Baubau” ujar La Ode Arsal.Dalam kegiatan workshop yang diikuti oleh perutusan 10 (sepuluh) kelurahan ini menghadirkan 4 pemateri yaitu Kepala BNN Kota Baubau Alamsyah S.Sos.,M.Si dengan materi Peran serta Masyarakat dalam Implementasi Inpres No.2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN dan UU No.35 tentang Narkotika, Kabag Kesra La Ode Muhammad Arsal S.Sos.,M.Si dengan materi arah kebijakan Pemerintah Kota Baubau terhadap bahaya penyalahgunaan Narkoba, dr. La Ode Muhammmad Fatahilah S.S., M.Kes dengan tema mengenal dampak dan efek narkoba pada susunan syaraf pusat dan Kasi P2M BNN Kota Baubau La Ode Ali Husain, SKM dengan tema teori dan manajemen penyuluhan.Ketua panitia pelaksana La Ode Ali Husain SKM mengharapkan dengan adanya pelaksanaan kegiatan workshop ini para penggiat dapat lebih berperan aktif dalam menjaga lingkungannya dari bahaya narkoba.Selain memberikan pelatihan, BNN Kota Baubau juga melantik dan mengukuhkan penggiat dengan menyematkan pin resmi penggiat anti Narkoba. Dari pantauan humas, kegiatan di ikuti dengan antusias oleh peserta, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan peserta selama pelaksanaan kegiatan.(HRS)


Selasa, 10 September 2019

BNN Kota Baubau Periksa 33 Karyawan Toyota

Baubau, 9/9/2019 – sebanyak 33 orang karyawan PT. Toyota Hadji Kalla baubau diperiksa BNN Kota Baubau pada senin (9/9) yang terdiri dari Pejabat, staff, mekanik dan sales marketing PT. Hadji Kalla Baubau. Kegiatan dilaksanakan pada pukul 10.00-12.00 wita di Aula Kantor PT. Hadji Kalla Baubau, dibuka lansung oleh Manajer PT. Hadji Kalla Cabang Makassar dan dilanjutkan dengan pengarahan Kepala BNN Kota Baubau, Kasie dan Penyuluh Narkoba Seksi P2M BNN Kota Baubau tentang bahaya Penyalahgunaan Narkotika terhadap Kinerja Karyawan Perusahaan.Dalam arahannya Kepala BNN Kota Baubau menjelaskan bagaimana pengaruh buruk Narkoba dalam menurunkan sampai menghancurkan produktifitas kerja seseorang. “jangan pernah berpikir untuk mendekati Narkoba, karena selain merusak diri sendiri, Narkoba dapat merusak pola dan profesionalisme kerja seseorang. Selain itu keluarga juga akan rusak” ungkap Alamsyah, S.Sos.,M.Si.Setelah memberikan arahan dan sosialisasi, kegiatan yang dilaksanakan atas permintaan manajemen PT. Toyota Hadji Kalla ini dilanjutkan dengan pemeriksaan urin yang dilaksanakan secara mendadak. Dalam pemeriksaan nya pada 33 karyawan PT. Toyota Hadji Kalla Baubau semua karyawan dinyatakan Negatif dan bersih dari Narkoba.Kegiatan ditutup dengan penandatangann perjanjian kerjasama dalam pengawasan penyalahgunaan Narkoba bagi Karyawan PT. Toyota Hadji Kalla yang akan dilakukan rutin setiap tahunnya. *Penulis : Harlis Eshaya - Humas BNN Kota Baubau.


Kamis, 14 November 2019

PENGUMUMAN PENGADAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL BADAN NARKOTIKA NASIONAL T.A. 2019

http://baubaukota.bnn.go.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia kembali membuka peluang berkarir sebagai ASN di lingkup BNN RI tahun 2019. Pendaftaran dibuka mulai tanggal 12 sampai dengan 26 November 2019 dengan pelaksanaan pendaftaran menggunakan sistim online pada portal https://sscasn.bkn.go.id dengan setiap pelamar hanya dapat mendaftar pada 1 (satu) formasi jabatan sesuai dengan kualifikasi Pendidikan.Bagi pelamar yang berminat, BNN menerapkan batas usia dengan ketentuan bagi pelamar dengan kualifikasi Pendidikan S2 dan profesi berusia minimal 22 (dua puluh dua) tahun dan maksimal berusia 35 (tiga puluh lima) tahun saat mendaftar. Untuk kualifikasi S1, D-IV, dan D-III berusia minimal 18 (delapan belas) tahun dan maksimal 30 (tiga puluh) tahun pada saat mendaftar.Sedangkan bagi pendaftar dengan kualifikasi Pendidikan SMA sederajat berusia minimal 18 (delapan belas) tahun dan maksimal 25 (dua puluh lima) tahun pada saat mendaftar.Keseluruhan daftar CPNS yang dibuka penerimaan nya berjumlah 136 orang. Untuk mendapatkan informasi llebih akurat silahkan masuk ke bit.ly/cpnsbnn19  atau di http://baubaukota.bnn.go.id/tautanterkait/penerimaan-cpns-bnn-ri-tahun-2019/*Humas BNN Kota Baubau.


Selasa, 7 Januari 2020

Mengurus SKHPN dan Pemeriksaan Urin di BNN Kota Baubau Gratis

http://baubaukota.bnn.go.id – Kepala BNN Kota Baubau, Alamsyah, S.Sos.Msi melalui Humas BNN Kota Baubau memaparkan saat ini BNN Kota Baubau telah secara resmi membuka pelayanan untuk pengurusan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkoba (SKHPN) dan pemeriksaan urin bagi masyarakat luas dalam wilayah kerja BNN Kota Baubau yaitu Kota Baubau, Kab. Buton, Kab. Buton Selatan, Kab. Buton Tengah dan Kab. Wakatobi.[caption id="attachment_794" align="alignnone" width="613"] Kepala BNN Kota Baubau, Alamsyah, S.Sos.,M.Si[/caption]Selain itu Alamsyah menjelaskan untuk pengurusan SKHPN atau lainnya di BNN Kota Baubau tanpa di pungut biaya apa pun “ pengurusan SKHPN dan layanan lainnya di BNN Kota Baubau Gratis tanpa biaya administrasi maupun jasa” ungkap Alamsyah. Khusus untuk pemeriksaan urin personal, masyarakat dapat lansung ke Kantor BNN Kota Baubau dengan membawa surat Permohonan, Rapid Test, pot dan kelengkapan lain yang dapat diperoleh di berbagai Apotik.Sementara itu Kasi Rehabilitasi BNN Kota Baubau, Juriadin SKM menjelaskan penyelenggaraan layanan Pemeriksaan Urin dan SKHPN di Kantor BNN Kota Baubau dilaksanakan melalui Klinik Pratama BNN Kota Baubau. “Khusus bagi masyarakat perorangan yang ingin memeriksakan diri atau mengkonsultasikan diri termasuk pengurusan SKHPN secara personal, silahkan lansung ke Kantor BNN Kota Baubau. Jalan Budi Utomo Nomor 99 atau di depan lapangan tembak” ungkap Juriadin menjelaskan.[caption id="attachment_795" align="alignnone" width="611"] Kasi Rehabilitasi BNN Kota Baubau, Juriadin, SKM[/caption]Berikut Persyaratan pengurusan SKHPN Personal :

  • Surat Permohonan
  • Foto copy KTP
  • Membawa kelengkapan test (Rapid Tes,Pot urin, handskun dan masker)
  • Membawa 1 orang saksi
Selain layanan SKHPN personal dan pemeriksaan urin, klinik pratama BNN kota Baubau juga memberikan layanan Rehabilitasi bagi penyalahguna Narkoba, hal ini diungkapkan oleh Kepala BNN Kota Baubau Alamsyah, S.Sos.,M.Si sekaligus menghimbau pada masyarakat khususnya bagi pecandu agar dapat melaporkan diri untuk mendapatkan layanan rehabilitasi secara gratis (Hrs).BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN KOTA BAUBAUInstagram: @infobnn_kota_baubau Facebook Fan page : @HumasBnnkBaubau YouTube: humas BNN_KotaBaubau#Bersinar#Stopnarkoba


Sabtu, 31 Agustus 2019

BNN Kota Baubau bentuk Tim Assesmen Terpadu

Baubau 31/08/2019 – maraknya tindakan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika khusus nya dalam wilayah kerja BNN Kota Baubau, mendorong BNN Kota Baubau membentuk Tim Assesmen Terpadu (TAT) sebagai instrumen penting dalam penindakan terhadap kejahatan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba. “ tim TAT ini sangat penting guna menindak lanjuti kasus penyalahgunaan dan peredaran Narkoba, untuk penentu apakah tersangka yang menjalani asesmen tersebut adalah murni penyalahguna narkoba atau merangkap sebagai pengedar bahkan mungkin terlibat sebagai bandar”  ungkap Kepla BNN Kota Baubau, Alamsyah, S.Sos., M.Si.Nantinya pelaksanaan tugas TAT akan melahirkan rekomendasi dan rujukan dalam melakukan tindakan yang tepat bagi tersangka. Sehingga tidak semua tersangka akan berakhir di penjara, namun penindakan akan dilakukan sesuai dengan fakta yang ditemukan. Artinya jika tersangka hanya sebatas pengguna maka akan ditindak lanjuti dengan rehabilitasi. Berbeda penindakan nya dengan kurir/pengedar apalagi sebagai bandar berakhirnya pasti dipenjara atau hukuman mati.Selain itu Kepala BNN Kota Baubau, Alamsyah,S.Sos.,M.Si menjelaskan bahwa Pembentukan TAT merupakan gabungan  dari beberapa Institusi  yaitu Pihak BNN Kota Baubau,  Polres, Kejari,  Blud RSUD Palagimata  dan Bapas Kelas II Baubau , dan Tim TAT tersebut di Ketuai oleh Kepala BNN Kota Baubau.TAT terbagi dalam 4 Tim yg terdiri dari Tim Dokter, Tim Hukum, Tim Administrasi dan Tim  Verifikasi dengan masa kerja Tim selama 1 Tahun. *Penulis: Harlis Eshaya - Humas BNN Kota Baubau.


Jumat, 18 Oktober 2019

BNN gagalkan 103 paket sabu siap edar di Baubau.

Baubaukota.bnn.go.id – BNN Kota Baubau kembali menggagalkan upaya peredaran gelap Narkoba golongan I jenis sabu yang masuk ke Kota Baubau melalui pelabuhan Murhum pada kamis (17/10). Hal ini disampaikan oleh Kepala BNN Kota Baubau, Alamsyah, S.Sos.,M.Si saat menggelar konverensi Pers didampingi Kepala Seksi Pemberantasan BNN Baubau AKP Anwar,SH.,MH, Kassubag Umum BNN Kota Baubau, Ibrahim,SH.,MH, Kepala Seksi Lalulintas Angkutan Laut dan Pelayanan Jasa Kantor UPP Kelas 1 Baubau, Suparno dan perwakilan TNI AL sersan dua Irman.Selain itu Kepala BNN kota Baubau, Alamsyah,S.Sos.,M.Si menjelaskan informasi awal diperoleh dari masyarakat, yang menginformasikan akan masuk paket sabu siap edar di Kota Baubau. BNN Kota  Baubau menindak lanjuti dengan melakukan rangkaian penyelidikan dan pengintaian. Alhasil, pelaku yang mengaku sebagai kurir dan berasal dari Kota Kendari atas nama Karaeng Lulung Bin Karaeng Erang, Umur 22 Tahun berhasil dibekuk Tim BNN Kota Baubau sesaat setelah turun dari kapal cepat Kendari-Baubau.Saat penyergapan, Kasi Brantas BNN Kota Baubau, AKP Anwar, SH.MH menerangkan tidak terjadi perlawanan berarti dari pria yang mengaku sudah dua kali mengantar barang haram tersebut masuk ke Kota Baubau. Setelah penangkapan, Anggota BNN Kota Baubau kemudian melakukan penggeledahan Badan/pakaian dan pada bahagian celana dalam tersangka ditemukan satu bungkus kantong plastik hitam yang berisi dua bungkus wafer merk Beng beng. Saat membuka isi kemasan wafer tersebut yang disaksian oleh Security Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Baubau ditemukan ratusan plastik kecil yang didalam nya berisi kristal bening diduga kuat adalah Narkotika Golongan I jenis sabu.Selain menyita 103 paket sabu dengan berat Brutto 58, 45 Gram, Anggota BNN Kota Baubau juga menyita barang milik tersangka berupa 1(satu) Buah HP Merk Samsung J2 warna putih, 1(satu) Buah HP merk Nokia warna hitam, 1(satu) Buah ATM Bank BCA, 1(satu) Kantong kresek warna hitam, 2(dua) Buah Bungkus wafer Beng-beng.Atas peristiwa ini pihak Pelabuhan Murhum Kota Baubau melalui Kepala Seksi Lalulintas Angkutan Laut dan Pelayanan Jasa Kantor UPP Kelas 1 Baubau, Suparno mengaku sangat bersyukur dengan Penagkapan yang dilakukan oleh BNN Kota Baubau. Kita sudah melakukan kerjasama dengan BNN kota Baubau dalam upaya pencegahan masuk nya barang haram ini melalui pelabuhan dengan memasang exrey pada pintu masuk pelabuhan.Atas kejahatan tersebut tersangka terancam Pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 112 ayat (2) dan Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang Undang Nomor 35 tahun 2009 Tentang Narkotika dengan Ancaman Hukuman Paling Singkat 5 Tahun dan Paling lama 20 Tahun Penjara. *Penulis :Harlis Eshaya-Humas BNN Kota Baubau.


Minggu, 17 November 2019

Penyalahgunaan INHALASIN, ancaman yang tak terkontrol

Penyalahgunaan Inhalasin saat ini dari kalangan usia anak dan remaja sudah sangat menghawatirkan, faktor harga yang murah dan mudahnya memperoleh produk yang mengandung zat ini menjadi pilihan alternatif bagi pengguna (Penyalahguna). Jika tidak diawasi, penyalahgunaan Ihalasin dapat menjadi pintu masuk terhadap penyalahgunaan Narkoba bagi anak dan remaja. Apa itu Inhalasin ? Inhalasin atau inlahan adalah suatu zat Kimia senyawa organik cair yang mudah menguap, inhalin biasa digunakan sebagai zat pelarut pada berbagai jenis produk untuk kebutuhan rumah tangga seperti lem, cat, tiner, hairspray, pengharum ruangan dan lain sejenisnya. Apa saja yang masuk kategori Inhalasin ?Ada beberapa kategori inhalisin atau inhalan yaitu

  • Pelarut, Pelarut adalah bahan atau senyawa kimia organik cair yang mudah menguap dan digunakan untuk mengurai dan atau melarutkan zat tertentu, misalnya pengecer cat minyak, pelarut/pengecer lem dan spidol
  • Gas, termasuk anastetik seperti eter yang bersifat cukup reaktif dan oleh karena itu, eter merupakan pelarut yang biasa digunakan untuk melarutkan lemak, minyak, lilin, parfum, resin, pewarna, gum dan hidrokarbon. kloroform, halotan dan nitrogen oksida yang sering disebut "gas tertawa".
  • Aerosol, adalah zat yang biasa digunakan pada produk semprot yang mengandung gas dan cairan. Termasuk didalamnya adalah cat semprot, deodorant dan hair spray.
  • Nitrit, yang sering dimasukkan sebagai golongan khusus dari inhalan, karena tidak seperti golongan inhalan lain yang kerjanya langsung mempengaruhi sistem saraf pusat, nitrit terutama bekerja dengan memperlebar pembuluh darah dan melemaskan otot. Bila inhalan lain biasanya digunakan untuk mengubah mood, maka nitrit sering digunakan untuk memperbaiki aktifitas seksual biasanya terdapat dalam cairan pewangi, pembersih kulit, pewangi ruangan.
 Apa Bahaya dari penyalahgunaan Inhalasin ?Jika seseorang menyalahgunakan produk yang mengandung inhalasin dengan cara menghirup maka zat kimia dari inhalan akan lansung terserap kedalam darah melalui paru paru yang mengantar oksigen bersama zat inhalan yang terhirup. Zat ini kemudian oleh darah akan terdistribusi ke berbagai organ tubuh lainnya termasuk kedalam jaringan otak dan susunan saraf pusat.Penggunaan inhalasin secara berlebihan akan dapat merusak secara permanen berbagai fungsi tubuh lainnya seperti ginjal, hati, fungsi pendengaran serta sum sum tulang yang dapat mengakibatkan kejang kejang. Inhalant dapat menimbulkan depresi dan adiksi (ketergantungan). Berbagai produk kimia jenis inhalant menyebabkan orang yang menghirup menjadi mabuk dengan cepat karena uap cairan tersebut langsung masuk melalui hidung atau mulut menuju otak, jantung, dan paru-paru. Si pengguna (penyalahguna) selalu bersin, batuk, kelelahan yang amat sangat (fatigue), sakit kepala, dan kehilangan selera.Selain itu dampak serius penyalahgunaan inhalant adalah, si pengguna menjadi buta, merusak sel darah merah, meningkatkan resiko leukemia, merusak sistem reproduksi, merusak hati, mengalami kerusakan otak secara permanent akibat dari aliran oksigen ke otak menjadi terhambat, respirator jantung terganggu, denyut jantung meningkat, dan dapat mengarah kepada kematian mendadak, apabila inhalant dihirup sekaligus secara mendalam terutama menggunakan kantong plastik, kantong kertas, atau balon (yang berisi zat nitrous oxide). Bagaimana Ciri ciri penyalahguna Inhalasin ?Penyalahguna Inhalasin sebenarnya sangat mudah dikenali. Orang yang menyalahgunakan inhalasin akan tampak ciri fisiknya yaitu :
  • Mata yang merah, berair dan agak sayu,
  • Cara berbicara yang tidak fokus,
  • Biasanya terdapat sisa lem, cat dan lainnya yang menjadi sumber memperoleh zat inhalasin,
  • Kondisi tubuh Mabuk dan bingung
  • Hidung berair
  • Pakaian dan napas tercium aroma zat yang dihirup
 Apa Yang dilakukan jika menemukan Penyalahguna InhalasinJika menemukan orang dengan ciri ciri penyalahguna inhalasin maka anda sebaiknya segera membawa atau menghubungi petugas medis agar segera dilakukan tindakan medis yang diperlukan. Jangan meninggalkan Penyalahguna sendirian karena dalam kondisi tertentu, Inhalasin dapat menyebabkan kematian mendadak. Hal lainnya, pengawasan zat inhalasin hingga saat ini masih menjadi problema.hal ini dikarenakan inhalasin juga menjadi penunjang perbagai produk yang banyak digunakan dalm lingkungan rumah tangga dan tidak masuk dalam kategori Narkoba berdasarkan Undang undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sehingga pengawasan dan pencegahan terhadap penyalahgunaan zat ini hanya akan efektif dengan menumbuhkan kesadaran dan peran serta aktif orang tua dan lingkungan dalam mencegah tindakan penyalahgunaan zat inhalasin disekitar kita. *Penulis : Harlis Eshaya – Humas BNN Kota Baubau.


Sabtu, 14 September 2019

Ada yang “Sakau” gimana cara menolongnya, Yuk cari tau….

Sakau adalah kondisi dimana seseorang sedang dalam kondisi putus zat yang mengakibatkan pecandu merasa tersiksa baik secara fisik maupun psikis dan dapat berujung pada kematian. Ngerikan... yah kondisi ini tentu sangat berbahaya. Untuk itu jika kita menemukan kondisi semacam ini disekitar atau lingkungan kita, segera ambil tindakan..... jangan ambil pentungan.Namun bagaimana sih ciri orang “Sakau” itu, yuk kenali. Ada beberapa gejala yang dapat dengan mudah kita perhatikan terjadi pada “penderita Sakau” ini, antara lain :Nafsu Makan Meningkat, Mudah Marah, Sulit untuk Fokus, Paranoid, Halusinisasi, Mudah Gelisah, Tidur Lama, Bicara Gagap, Pernafasan Tidak Teratur, Kulit Pucat, Mual atau Muntah dan Kejang kejang (Sumber : https://bnn.go.id/pertolongan-pertama-untuk-orang-sakau-narkoba-jenis-shabu/)Nah, kalau menemui situasi seperti ini maka segeralah lakukan tindakan pertolongan, sebab jika pertolongan terlambat diberikan maka bukan tidak mungkin akan mengancam nyawa si “Penderita”. Terus apa yang harus dilakukan ? berikut tips yang penulis kutip dari laman https://bnn.go.id/pertolongan-pertama-untuk-orang-sakau-narkoba-jenis-shabu/:

  1. Siapkan air panas di dalam botol
Fungsi dari air panas ini untuk menghilangkan sakit perut pada pengguna. Caranya botol berisi air panas itu bisa diletakkan pada bagian perut pengguna sehingga kondisi orang ini akan merasa lebih baik.
  1. Letakkan di ruangan yang tenang.
Ketika Anda mendapati teman, saudara atau teman sedang sakau, Anda harus cari tempat yang tenang dan kemudian tempatkan orang tersebut di dalam ruangan. Dengan ruangan yang tenang, kondisi kejiwaan penderita ini bisa menjadi lebih tenang.
  1. Hubungi Dokter atau Tenaga Medis
Segera cari bantuan dari tenaga medis agar bisa melakukan penanganan terhadap orang yang sedang sakau ini. Dengan penanganan yang tepat, nantinya bernagsur-angsur orang yang sakau itu akan pulih.
  1. Sediakan Media Hiburan
Misalnya televisi, majalah atau radio. Dengan media hiburan itu bisa menjadi sarana pengalih perhatian bagi penderita yang sedang sakau.
  1. Hindari Memberi Obat
Sebaiknya kita tidak langsung memberikan obat-obatan untuk menghilangkan rasa sakit. Sebaiknya kita menunggu instruksi dari dokter mengenai obat yang tepat diberikan pkepada orang yang tengah sakau ini.
  1. Temani
Jangan biarkan orang yang sakau sendirian. Pastikan ada selalu yang menemani untuk memastikan kondisinya dalam keadaan baik.
  1. Coba Berkomunikasi
Coba untuk berbicara dengan pasien ini dengan cara yang tenang. Dengan begitu, kita bisa tahu seberapa jauh efek sakau yang dialami oleh pasien ini.Jika memungkinkan, coba tanya seberapa banyak narkoba yang dikonsumsi. Dengan begitu kita bisa mengidentifikasi apa jenis narkoba atau sabu yang digunakan oleh pasien dan nantinya hal ini bisa diberitahukan kepada tenaga medis.
  1. Siapkan Ambulance
Dalam kondisi tertentu, biasanya penanganan lanjutan akan dilakukan di rumah sakit. Oleh karena itu, kita bisa mencoba mencari ambulance agar ketika dibutuhkan pasien ini bisa langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.
  1. Upayakan Pasien tetap tenang
Pada narkoba jenis tertentu bisa membuat orang menjadi sangat agresif. Karena itu, kita bisa coba untuk terus menenangkan pasien.
  1. Lepas pakaian
Terkadang pada kasus sakau tertentu, orang tersebut akan merasa kegerahan. Untuk itu, kita bisa coba untuk melepaskan baju pasien agar kondisi tubuhnya bisa lebih dingin.
  1. Pantau Terus Kondisi Pasien
Jika sampai misalnya orang yang sakau itu sampai pingsan, ini menunjukan kondisinya memburuk. Penting untuk selalu ada yang mengawasi kondisi pasien ini.
  1. Percayakan pada Tenaga Media
Biarkan dokter atau tenaga medis yang membantu penanganan orang yang sedang sakau ini. Percayakan sepenuhnya pada ahlinya.
  1. Hindari Mmeberi Minuman Bersoda
Hindari memberi minuman bersoda atau pun berkafein. Sebab dikhawatirkan dapat membuat kondisi pasien itu bertambah buruk Nah, penulis yakin setelah membaca kalian akan lebih mudah mengenali dan bagaimana cara melakukan pertolongan.. ingat “candu itu adalah penyakit, pecandu adalah orang sakit mereka perlu diobati” . *Penulis : Harlis Eshaya - Humas BNN Kota Baubau.


Minggu, 17 November 2019

Penyalahgunaan INHALASIN, ancaman yang tak terkontrol

Penyalahgunaan Inhalasin saat ini dari kalangan usia anak dan remaja sudah sangat menghawatirkan, faktor harga yang murah dan mudahnya memperoleh produk yang mengandung zat ini menjadi pilihan alternatif bagi pengguna (Penyalahguna). Jika tidak diawasi, penyalahgunaan Ihalasin dapat menjadi pintu masuk terhadap penyalahgunaan Narkoba bagi anak dan remaja. Apa itu Inhalasin ? Inhalasin atau inlahan adalah suatu zat Kimia senyawa organik cair yang mudah menguap, inhalin biasa digunakan sebagai zat pelarut pada berbagai jenis produk untuk kebutuhan rumah tangga seperti lem, cat, tiner, hairspray, pengharum ruangan dan lain sejenisnya. Apa saja yang masuk kategori Inhalasin ?Ada beberapa kategori inhalisin atau inhalan yaitu

  • Pelarut, Pelarut adalah bahan atau senyawa kimia organik cair yang mudah menguap dan digunakan untuk mengurai dan atau melarutkan zat tertentu, misalnya pengecer cat minyak, pelarut/pengecer lem dan spidol
  • Gas, termasuk anastetik seperti eter yang bersifat cukup reaktif dan oleh karena itu, eter merupakan pelarut yang biasa digunakan untuk melarutkan lemak, minyak, lilin, parfum, resin, pewarna, gum dan hidrokarbon. kloroform, halotan dan nitrogen oksida yang sering disebut "gas tertawa".
  • Aerosol, adalah zat yang biasa digunakan pada produk semprot yang mengandung gas dan cairan. Termasuk didalamnya adalah cat semprot, deodorant dan hair spray.
  • Nitrit, yang sering dimasukkan sebagai golongan khusus dari inhalan, karena tidak seperti golongan inhalan lain yang kerjanya langsung mempengaruhi sistem saraf pusat, nitrit terutama bekerja dengan memperlebar pembuluh darah dan melemaskan otot. Bila inhalan lain biasanya digunakan untuk mengubah mood, maka nitrit sering digunakan untuk memperbaiki aktifitas seksual biasanya terdapat dalam cairan pewangi, pembersih kulit, pewangi ruangan.
 Apa Bahaya dari penyalahgunaan Inhalasin ?Jika seseorang menyalahgunakan produk yang mengandung inhalasin dengan cara menghirup maka zat kimia dari inhalan akan lansung terserap kedalam darah melalui paru paru yang mengantar oksigen bersama zat inhalan yang terhirup. Zat ini kemudian oleh darah akan terdistribusi ke berbagai organ tubuh lainnya termasuk kedalam jaringan otak dan susunan saraf pusat.Penggunaan inhalasin secara berlebihan akan dapat merusak secara permanen berbagai fungsi tubuh lainnya seperti ginjal, hati, fungsi pendengaran serta sum sum tulang yang dapat mengakibatkan kejang kejang. Inhalant dapat menimbulkan depresi dan adiksi (ketergantungan). Berbagai produk kimia jenis inhalant menyebabkan orang yang menghirup menjadi mabuk dengan cepat karena uap cairan tersebut langsung masuk melalui hidung atau mulut menuju otak, jantung, dan paru-paru. Si pengguna (penyalahguna) selalu bersin, batuk, kelelahan yang amat sangat (fatigue), sakit kepala, dan kehilangan selera.Selain itu dampak serius penyalahgunaan inhalant adalah, si pengguna menjadi buta, merusak sel darah merah, meningkatkan resiko leukemia, merusak sistem reproduksi, merusak hati, mengalami kerusakan otak secara permanent akibat dari aliran oksigen ke otak menjadi terhambat, respirator jantung terganggu, denyut jantung meningkat, dan dapat mengarah kepada kematian mendadak, apabila inhalant dihirup sekaligus secara mendalam terutama menggunakan kantong plastik, kantong kertas, atau balon (yang berisi zat nitrous oxide). Bagaimana Ciri ciri penyalahguna Inhalasin ?Penyalahguna Inhalasin sebenarnya sangat mudah dikenali. Orang yang menyalahgunakan inhalasin akan tampak ciri fisiknya yaitu :
  • Mata yang merah, berair dan agak sayu,
  • Cara berbicara yang tidak fokus,
  • Biasanya terdapat sisa lem, cat dan lainnya yang menjadi sumber memperoleh zat inhalasin,
  • Kondisi tubuh Mabuk dan bingung
  • Hidung berair
  • Pakaian dan napas tercium aroma zat yang dihirup
 Apa Yang dilakukan jika menemukan Penyalahguna InhalasinJika menemukan orang dengan ciri ciri penyalahguna inhalasin maka anda sebaiknya segera membawa atau menghubungi petugas medis agar segera dilakukan tindakan medis yang diperlukan. Jangan meninggalkan Penyalahguna sendirian karena dalam kondisi tertentu, Inhalasin dapat menyebabkan kematian mendadak. Hal lainnya, pengawasan zat inhalasin hingga saat ini masih menjadi problema.hal ini dikarenakan inhalasin juga menjadi penunjang perbagai produk yang banyak digunakan dalm lingkungan rumah tangga dan tidak masuk dalam kategori Narkoba berdasarkan Undang undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sehingga pengawasan dan pencegahan terhadap penyalahgunaan zat ini hanya akan efektif dengan menumbuhkan kesadaran dan peran serta aktif orang tua dan lingkungan dalam mencegah tindakan penyalahgunaan zat inhalasin disekitar kita. *Penulis : Harlis Eshaya – Humas BNN Kota Baubau.


Sabtu, 14 September 2019

Ada yang “Sakau” gimana cara menolongnya, Yuk cari tau….

Sakau adalah kondisi dimana seseorang sedang dalam kondisi putus zat yang mengakibatkan pecandu merasa tersiksa baik secara fisik maupun psikis dan dapat berujung pada kematian. Ngerikan... yah kondisi ini tentu sangat berbahaya. Untuk itu jika kita menemukan kondisi semacam ini disekitar atau lingkungan kita, segera ambil tindakan..... jangan ambil pentungan.Namun bagaimana sih ciri orang “Sakau” itu, yuk kenali. Ada beberapa gejala yang dapat dengan mudah kita perhatikan terjadi pada “penderita Sakau” ini, antara lain :Nafsu Makan Meningkat, Mudah Marah, Sulit untuk Fokus, Paranoid, Halusinisasi, Mudah Gelisah, Tidur Lama, Bicara Gagap, Pernafasan Tidak Teratur, Kulit Pucat, Mual atau Muntah dan Kejang kejang (Sumber : https://bnn.go.id/pertolongan-pertama-untuk-orang-sakau-narkoba-jenis-shabu/)Nah, kalau menemui situasi seperti ini maka segeralah lakukan tindakan pertolongan, sebab jika pertolongan terlambat diberikan maka bukan tidak mungkin akan mengancam nyawa si “Penderita”. Terus apa yang harus dilakukan ? berikut tips yang penulis kutip dari laman https://bnn.go.id/pertolongan-pertama-untuk-orang-sakau-narkoba-jenis-shabu/:

  1. Siapkan air panas di dalam botol
Fungsi dari air panas ini untuk menghilangkan sakit perut pada pengguna. Caranya botol berisi air panas itu bisa diletakkan pada bagian perut pengguna sehingga kondisi orang ini akan merasa lebih baik.
  1. Letakkan di ruangan yang tenang.
Ketika Anda mendapati teman, saudara atau teman sedang sakau, Anda harus cari tempat yang tenang dan kemudian tempatkan orang tersebut di dalam ruangan. Dengan ruangan yang tenang, kondisi kejiwaan penderita ini bisa menjadi lebih tenang.
  1. Hubungi Dokter atau Tenaga Medis
Segera cari bantuan dari tenaga medis agar bisa melakukan penanganan terhadap orang yang sedang sakau ini. Dengan penanganan yang tepat, nantinya bernagsur-angsur orang yang sakau itu akan pulih.
  1. Sediakan Media Hiburan
Misalnya televisi, majalah atau radio. Dengan media hiburan itu bisa menjadi sarana pengalih perhatian bagi penderita yang sedang sakau.
  1. Hindari Memberi Obat
Sebaiknya kita tidak langsung memberikan obat-obatan untuk menghilangkan rasa sakit. Sebaiknya kita menunggu instruksi dari dokter mengenai obat yang tepat diberikan pkepada orang yang tengah sakau ini.
  1. Temani
Jangan biarkan orang yang sakau sendirian. Pastikan ada selalu yang menemani untuk memastikan kondisinya dalam keadaan baik.
  1. Coba Berkomunikasi
Coba untuk berbicara dengan pasien ini dengan cara yang tenang. Dengan begitu, kita bisa tahu seberapa jauh efek sakau yang dialami oleh pasien ini.Jika memungkinkan, coba tanya seberapa banyak narkoba yang dikonsumsi. Dengan begitu kita bisa mengidentifikasi apa jenis narkoba atau sabu yang digunakan oleh pasien dan nantinya hal ini bisa diberitahukan kepada tenaga medis.
  1. Siapkan Ambulance
Dalam kondisi tertentu, biasanya penanganan lanjutan akan dilakukan di rumah sakit. Oleh karena itu, kita bisa mencoba mencari ambulance agar ketika dibutuhkan pasien ini bisa langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.
  1. Upayakan Pasien tetap tenang
Pada narkoba jenis tertentu bisa membuat orang menjadi sangat agresif. Karena itu, kita bisa coba untuk terus menenangkan pasien.
  1. Lepas pakaian
Terkadang pada kasus sakau tertentu, orang tersebut akan merasa kegerahan. Untuk itu, kita bisa coba untuk melepaskan baju pasien agar kondisi tubuhnya bisa lebih dingin.
  1. Pantau Terus Kondisi Pasien
Jika sampai misalnya orang yang sakau itu sampai pingsan, ini menunjukan kondisinya memburuk. Penting untuk selalu ada yang mengawasi kondisi pasien ini.
  1. Percayakan pada Tenaga Media
Biarkan dokter atau tenaga medis yang membantu penanganan orang yang sedang sakau ini. Percayakan sepenuhnya pada ahlinya.
  1. Hindari Mmeberi Minuman Bersoda
Hindari memberi minuman bersoda atau pun berkafein. Sebab dikhawatirkan dapat membuat kondisi pasien itu bertambah buruk Nah, penulis yakin setelah membaca kalian akan lebih mudah mengenali dan bagaimana cara melakukan pertolongan.. ingat “candu itu adalah penyakit, pecandu adalah orang sakit mereka perlu diobati” . *Penulis : Harlis Eshaya - Humas BNN Kota Baubau.


Suara Masyarakat


DATA STATISTIK BNNP SULAWESI TENGGARA

0

Total Kasus Narkoba

0

Total Tersangka Kasus Narkoba

0

Total Pasien Penyalahgunaan

0

Jumlah Penggiat Anti Narkoba

0

Jumlah Sebaran Informasi